<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Beternak Lele Dengan Produk NASA</title>
	<atom:link href="http://lelenasa.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lelenasa.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 May 2011 15:59:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='lelenasa.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Beternak Lele Dengan Produk NASA</title>
		<link>http://lelenasa.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://lelenasa.wordpress.com/osd.xml" title="Beternak Lele Dengan Produk NASA" />
	<atom:link rel='hub' href='http://lelenasa.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Tips: Cara Budi Daya Lele Dengan Pupuk POC NASA PT Natural Nusantara</title>
		<link>http://lelenasa.wordpress.com/2009/02/01/cara-budi-daya-lele-dengan-pupuk-poc-nasa-pt-natural-nusantara/</link>
		<comments>http://lelenasa.wordpress.com/2009/02/01/cara-budi-daya-lele-dengan-pupuk-poc-nasa-pt-natural-nusantara/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Feb 2009 13:43:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sani A</dc:creator>
				<category><![CDATA[cara budi daya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lelenasa.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[I. Pendahuluan. Jenis Ikan Air Tawar Lele merupakan jenis ikan yang digemari masyarakat, dengan rasa yang lezat, daging empuk, duri teratur dan dapat disajikan dalam berbagai macam menu masakan. Ia menjadi teman makan malam yang gurih dan renyah di tangan para penjual pecel lele yang bertebaran di sepanjang jalan, di manapun. &#8220;Protein daging 1 kilogram [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lelenasa.wordpress.com&amp;blog=6347340&amp;post=9&amp;subd=lelenasa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>I. Pendahuluan.</strong></p>
<p>Jenis Ikan Air Tawar Lele merupakan jenis ikan yang digemari masyarakat, dengan rasa yang lezat, daging empuk, duri teratur dan dapat disajikan dalam berbagai macam menu masakan. Ia menjadi teman makan malam yang gurih dan renyah di tangan para penjual pecel lele yang bertebaran di sepanjang jalan, di manapun. &#8220;Protein daging 1 kilogram Lele lebih baik dari 1 kilogram daging sapi,&#8221; Papar Erje di ruang kerjanya di Laboratorium Pengendalian Mutu FTP Unej. Oleh karena Itu <a title="Pupuk NASA" href="http://crown-network.com/" target="_blank">PT. NATURAL NUSANTARA</a> dengan prinsip K-3 (Kuantitas, Kualitas dan Kesehatan) membantu petani lele dengan paket produk dan teknologi. <span id="more-9"></span></p>
<p><strong>II. Pembenihan Lele.</strong><br />
Ini dilakukan untuk untuk menghasilkan benih sampai berukuran tertentu dengan cara mengawinkan induk jantan dan betina pada kolam-kolam khusus pemijahan. Pembenihan lele mempunyai prospek yang bagus dengan tingginya konsumsi lele serta banyaknya usaha pembesaran lele.</p>
<p><strong>III. Sistem Budidaya.</strong><br />
Terdapat 3 sistem pembenihan yang dikenal, yaitu :</p>
<ol>
<li> Sistem Massal. Dilakukan dengan menempatkan lele jantan dan betina dalam satu kolam dengan perbandingan tertentu. Pada sistem ini induk jantan secara leluasa mencari pasangannya untuk diajak kawin dalam sarang pemijahan, sehingga sangat tergantung pada keaktifan induk jantan mencari pasangannya.</li>
<li>Sistem Pasangan. Dilakukan dengan menempatkan induk jantan dan betina pada satu kolam khusus. Keberhasilannya ditentukan oleh ketepatan menentukan pasangan yang cocok antara kedua induk.</li>
<li> Pembenihan Sistem Suntik (Hyphofisasi). Dilakukan dengan merangsang lele untuk memijah atau terjadi ovulasi dengan suntikan ekstrak kelenjar Hyphofise, yang terdapat di sebelah bawah otak besar. Untuk keperluan ini harus ada ikan sebagai donor kelenjar Hyphofise yang juga harus dari jenis lele.</li>
</ol>
<p><strong>IV. Tahap Proses Budidaya.</strong><br />
<em>A. Pembuatan Kolam.</em><br />
Ada dua macam/tipe kolam, yaitu bak dan kubangan (kolam galian). Pemilihan tipe kolam tersebut sebaiknya disesuaikan dengan lahan yang tersedia. Secara teknis baik pada tipe bak maupun tipe galian, pembenihan lele harus mempunyai :</p>
<ul>
<li> Kolam tandon. Mendapatkan masukan air langsung dari luar/sumber air. Berfungsi untuk pengendapan lumpur, persediaan air, dan penumbuhan plankton. Kolam tandon ini merupakan sumber air untuk kolam yang lain.</li>
<li> Kolam pemeliharaan induk. Induk jantan dan bertina selama masa pematangan telur dipelihara pada kolam tersendiri yang sekaligus sebagai tempat pematangan sel telur dan sel sperma.</li>
<li> Kolam Pemijahan. Tempat perkawinan induk jantan dan betina. Pada kolam ini harus tersedia sarang pemijahan dari ijuk, batu bata, bambu dan lain-lain sebagai tempat hubungan induk jantan dan betina.</li>
<li> Kolam Pendederan. Berfungsi untuk membesarkan anakan yang telah menetas dan telah berumur 3-4 hari. Pemindahan dilakukan pada umur tersebut karena anakan mulai memerlukan pakan, yang sebelumnya masih menggunakan cadangan kuning telur induk dalam saluran pencernaannya.</li>
</ul>
<p><em>B. Pemilihan Induk</em><br />
Induk jantan mempunyai tanda :</p>
<ul>
<li> tulang kepala berbentuk pipih</li>
<li> warna lebih gelap</li>
<li> gerakannya lebih lincah</li>
<li> perut ramping tidak terlihat lebih besar daripada punggung</li>
<li> alat kelaminnya berbentuk runcing.</li>
</ul>
<p>Induk betina bertanda :</p>
<ul>
<li> tulang kepala berbentuk cembung</li>
<li> warna badan lebih cerah</li>
<li> gerakan lamban</li>
<li> perut mengembang lebih besar daripada punggung alat kelamin berbentuk bulat.</li>
</ul>
<p><em>C. Persiapan Lahan.</em><br />
Proses pengolahan lahan (pada kolam tanah) meliputi :</p>
<ul>
<li> Pengeringan. Untuk membersihkan kolam dan mematikan berbagai bibit penyakit.</li>
<li> Pengapuran. Dilakukan dengan kapur Dolomit atau Zeolit dosis 60 gr/m2 untuk mengembalikan keasaman tanah dan mematikan bibit penyakit yang tidak mati oleh pengeringan.</li>
<li>Perlakuan <a href="http://crown-network.com/index.php?id=webmaster" target="_blank">TON (Tambak Organik Nusantara).</a> untuk menetralkan berbagai racun dan gas berbahaya hasil pembusukan bahan organik sisa budidaya sebelumnya dengan dosis 5 botol TON/ha atau 25 gr (2 sendok makan)/100m2. Penambahan pupuk kandang juga dapat dilakukan untuk menambah kesuburan lahan.</li>
<li>Pemasukan Air. Dilakukan secara bertahap, mula-mula setinggi 30 cm dan dibiarkan selama 3-4 hari untuk menumbuhkan plankton sebagai pakan alami lele.</li>
</ul>
<p>Pada tipe kolam berupa bak, persiapan kolam yang dapat dilakukan adalah :</p>
<ul>
<li>Pembersihan bak dari kotoran/sisa pembenihan sebelumnya.</li>
<li>Penjemuran bak agar kering dan bibit penyakit mati. Pemasukan air fapat langsung penuh dan segera diberi perlakuan TON dengan dosis sama</li>
</ul>
<p><em>D. Pemijahan.</em><br />
Pemijahan adalah proses pertemuan induk jantan dan betina untuk mengeluarkan sel telur dan sel sperma. Tanda induk jantan siap kawin yaitu alat kelamin berwarna merah. Induk betina tandanya sel telur berwarna kuning (jika belum matang berwarna hijau). Sel telur yang telah dibuahi menempel pada sarang dan dalam waktu 24 jam akan menetas menjadi anakan lele.</p>
<p><em>E. Pemindahan.</em><br />
Cara pemindahan :</p>
<ul>
<li>kurangi air di sarang pemijahan sampai tinggi air 10-20 cm.</li>
<li>siapkan tempat penampungan dengan baskom atau ember yang diisi dengan air di sarang.</li>
<li>samakan suhu pada kedua kolam</li>
<li>pindahkan benih dari sarang ke wadah penampungan dengan cawan atau piring.</li>
<li>pindahkan benih dari penampungan ke kolam pendederan dengan hati-hati pada malam hari, karena masih rentan terhadap tingginya suhu air.</li>
</ul>
<p><em>F. Pendederan.</em><br />
Adalah pembesaran hingga berukuran siap jual, yaitu 5 &#8211; 7 cm, 7 &#8211; 9 cm dan 9 &#8211; 12 cm dengan harga berbeda. Kolam pendederan permukaannya diberi pelindung berupa enceng gondok atau penutup dari plastik untuk menghindari naiknya suhu air yang menyebabkan lele mudah stress. Pemberian pakan mulai dilakukan sejak anakan lele dipindahkan ke kolam pendederan ini.</p>
<p><strong>V. Manajemen Pakan.</strong><br />
Pakan anakan lele berupa :</p>
<ul>
<li>pakan alami berupa plankton, jentik-jentik, kutu air dan cacing kecil (paling baik) dikonsumsi pada umur di bawah 3 &#8211; 4 hari.</li>
<li>Pakan buatan untuk umur diatas 3 &#8211; 4 hari. Kandungan nutrisi harus tinggi, terutama kadar proteinnya.</li>
<li>Untuk menambah nutrisi pakan, setiap pemberian pakan buatan dicampur dengan <a href="http://crown-network.com/index.php?id=webmaster" target="_blank">POC NASA</a> dengan dosis 1 &#8211; 2 cc/kg pakan (dicampur air secukupnya), untuk meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tubuh karena mengandung berbagai unsur mineral penting, protein dan vitamin dalam jumlah yang optimal.</li>
</ul>
<p><strong>VI. Manajemen Air.</strong><br />
Ukuran kualitas air dapat dinilai secara fisik :</p>
<ul>
<li> air harus bersih</li>
<li> berwarna hijau cerah</li>
<li> kecerahan/transparansi sedang (30 &#8211; 40 cm).</li>
</ul>
<p>Ukuran kualitas air secara kimia :</p>
<ul>
<li>bebas senyawa beracun seperti amoniak</li>
<li>mempunyai suhu optimal (22 &#8211; 26 0C).</li>
</ul>
<p>Untuk menjaga kualitas air agar selalu dalam keadaan yang optimal, pemberian pupuk TON sangat diperlukan. TON yang mengandung unsur-unsur mineral penting, lemak, protein, karbohidrat dan asam humat mampu menumbuhkan dan menyuburkan pakan alami yang berupa plankton dan jenis cacing-cacingan, menetralkan senyawa beracun dan menciptakan ekosistem kolam yang seimbang. Perlakuan TON dilakukan pada saat oleh lahan dengan cara dilarutkan dan di siramkan pada permukaan tanah kolam serta pada waktu pemasukan air baru atau sekurang-kurangnya setiap 10 hari sekali. Dosis pemakaian TON adalah 25 g/100m2.</p>
<p><strong>VI. Manajemen Kesehatan.</strong><br />
Pada dasarnya, anakan lele yang dipelihara tidak akan sakit jika mempunyai ketahanan tubuh yang tinggi. Anakan lele menjadi sakit lebih banyak disebabkan oleh kondisi lingkungan (air) yang jelek. Kondisi air yang jelek sangat mendorong tumbuhnya berbagai bibit penyakit baik yang berupa protozoa, jamur, bakteri dan lain-lain. Maka dalam menejemen kesehatan pembenihan lele, yang lebih penting dilakukan adalah penjagaan kondisi air dan pemberian nutrisi yang tinggi. Dalam kedua hal itulah, peranan <a href="http://crown-network.com/">TON dan POC NASA</a> sangat besar. Namun apabila anakan lele terlanjur terserang penyakit, dianjurkan untuk melakukan pengobatan yang sesuai. Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh infeksi protozoa, bakteri dan jamur dapat diobati dengan formalin, larutan PK (Kalium Permanganat) atau garam dapur. Penggunaan obat tersebut haruslah hati-hati dan dosis yang digunakan juga harus sesuai.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lelenasa.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lelenasa.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lelenasa.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lelenasa.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lelenasa.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lelenasa.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lelenasa.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lelenasa.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lelenasa.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lelenasa.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lelenasa.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lelenasa.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lelenasa.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lelenasa.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lelenasa.wordpress.com&amp;blog=6347340&amp;post=9&amp;subd=lelenasa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lelenasa.wordpress.com/2009/02/01/cara-budi-daya-lele-dengan-pupuk-poc-nasa-pt-natural-nusantara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e587d7e6c14fe93aa7ccd7286750dd85?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Sani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips : Sukses di Pembenihan Lele</title>
		<link>http://lelenasa.wordpress.com/2009/01/28/tips-sukses-di-pembenihan-lele/</link>
		<comments>http://lelenasa.wordpress.com/2009/01/28/tips-sukses-di-pembenihan-lele/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jan 2009 00:50:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sani A</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pembenihan]]></category>
		<category><![CDATA[lele. natural nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[poc nasa]]></category>
		<category><![CDATA[pupuk organik nasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lelenasa.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Seri Beternak Pembenihan Lele Menghindari Jamur dan Penyakit di awal pembenihan Gunakan TON dari PT Natural Nusantara untuk menanggulangi jamur dan penyakit lain karena di dalam kolam  pembenihan TON berfungsi : 1. Mengikat polutan yang berbahaya bagi benih lele 2. Membantu menguraikan senyawa kekal komplek berbahaya dan beracun karena kualitas air jelek 3. Sehingga TON [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lelenasa.wordpress.com&amp;blog=6347340&amp;post=3&amp;subd=lelenasa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://crown-network.com/"><strong>Seri Beternak Pembenihan Lele</strong></a></p>
<p><img src="http://www.presidensby.info/imageD.php/1582.jpg" border="2" alt="Pak SBY Panen Lele" hspace="10" vspace="5" width="116" height="138" align="left" /><strong>Menghindari Jamur dan Penyakit di awal pembenihan </strong></p>
<p>Gunakan <a href="http://crown-network.com/">TON dari PT Natural Nusantara</a> untuk menanggulangi jamur dan penyakit lain karena di dalam kolam  pembenihan TON berfungsi :</p>
<p>1. Mengikat polutan yang berbahaya bagi benih lele<br />
2. Membantu menguraikan senyawa kekal komplek berbahaya dan beracun karena kualitas air jelek<br />
3. Sehingga TON membantu menciptakan dan mempertahankan air kolam yang baik sebagai salah satu syarat perikanan yang berhasil<span id="more-3"></span></p>
<p>Disamping itu, <a href="http://crown-network.com/index.php?id=webmaster">TON dari PT Natural Nusantara (NASA)</a> juga :</p>
<p>1. Memberikan semua jenis unsur makro, unsur mikro lengkap untuk mempercepat pertumbuhan plankton sebagai pakan alami benih lele.<br />
2. Membantu sistem metabolinme lele sehingga lebih sehat.<br />
3. Dengan demikian meningkatkan pertumbuhan dan sistem kekebalan tubuh lele<br />
4. Membantu perkembangan mikroorganisme yang bermanfaat bagi lingkungan air kolam dan bermanfaat bagi pertumbuhan lele<br />
5. TON diberikan dengan dosis 3 sendok makan ditaburkan ke kolam setiap 10 hari sekali.</p>
<p>Dimana mendapatkan TON? berapa Harga TON? Kunjungi bisnis PT Natural Nusantara Online <a href="http://crown-network.com">Distributor POC NASA</a></p>
<p>Untuk mencegah angka kematian benih dan mempercepat pertumbuhan</p>
<p>Tambahkan <a href="http://crown-network.com/">POC NASA</a> dengan cara mencampurnya dengan pakan ikan. Karena POC NASA mengandung 13 lebih unsur micro yang sangat dibutuhkan untuk maksimalisasi pertumbuhan benih lele. Cara pemberian POC NASA adalah dengan mencampur 10 cc POC NASA dengan 3 kg pakan.</p>
<p>Dimana mendapatkan POC NASA dan Berapa Harga POC NASA? Kunjungi bisnis PT Natural Nusantara Online Distributor POC NASA</p>
<p>Hasilnya ?</p>
<p>Lele jelas lebih sehat, tingkat kematian sangat rendah, tidak mudah lerkena jamur dan penyakit.</p>
<p>Berapa ukuran lele Anda umur 15 Hari? 4 cm!. Padahal biasanya ukuran ini dicapai pada usia 4 minggu.</p>
<p>Tidak hanya itu,  TON dan POC NASA ternyata menghemat penggunaan pupuk kandang sampai dengan 60%.  Untuk luasan 40 m2 biasanya  44 karung,  sekarang cukup 15 karung saja. Dengan sekarung Rp. 1.500,- saja, bukankah irit Rp. 45.000,0- bahkan bisa digunakan sampai 3 x panen tanpa ganti.</p>
<p>Bagaimana pembaca? Sudahkah Anda menggunakan Pupuk NASA POC NASA dan TON untuk lahan pembernihan lele Anda?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lelenasa.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lelenasa.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lelenasa.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lelenasa.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lelenasa.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lelenasa.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lelenasa.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lelenasa.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lelenasa.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lelenasa.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lelenasa.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lelenasa.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lelenasa.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lelenasa.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lelenasa.wordpress.com&amp;blog=6347340&amp;post=3&amp;subd=lelenasa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lelenasa.wordpress.com/2009/01/28/tips-sukses-di-pembenihan-lele/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e587d7e6c14fe93aa7ccd7286750dd85?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Sani</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.presidensby.info/imageD.php/1582.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pak SBY Panen Lele</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
